Koma.id – Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira mengatakan, ratusan polisi terpaksa membubarkan paksa massa demo.

Sebab telah melakukan pemblokiran jalan masuk perusahaan Fajar Pematang Indah Lestari Utama (FPIL).

Pembubaran tersebut yang berujung ricuh. Hingga akhirnya video tersebut viral di media sosial dengan narasi sepihak.

Pada Aksi tersebut terjadi pada Kamis (20/7) di Desa Teluk Raya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Ada 26 warga diamankan Polda Jambi.

">

“Kita melakukan pembantuan kepada Polres Muaro Jambi karena ada aksi pemblokiran jalan dari masyarakat yang sudah berjalan 2 minggu,”kata Kombes Andri, Jumat (21/7/2023).

Kemudian kata Andri, laporan dari perusahaan sudah terima terkait masalah akses yang ditutup oleh masyarakat.

Sehingga polisi melaksanakan penegakkan hukum terhadap aksi masyarakat yang sudah meresahkan.

“Di perusahaan itu ada juga masyarakat yang bekerja di sana, buah dari perusahaan juga tidak bisa keluar,”ujar Kombes Andri.

Sementara itu, salah seorang netizen mengatakan bahwa apa yang dilakukan aparat murni mengedapan keamanan dan ketertiban demi kepentingan bersama.

“Ini pasti bagian dari penegakan hukum. Polisi jg manusia yg beragama, apalagi yg bubarkan ada polwannya, dan yg dibubarkan pun ibu-ibu serta ada anak-anak, polisi pasti sudah melakukan negosiasi sblm akhirnya membubarkan paksa,” ujar seorang netizen.

Temukan juga kami di Google News.